Beberapatahapan dalam membuat ragam hias dengan teknik tapestri adalah sebagai berikut : 1. Menyiapkan Desain Ragam Hias Desain berupa gambar dengan tema tertentu, misalnya gambar kepala harimau. Desain dibuat untuk mempermudah dalam membuat tenunan. Desain ini merupakan model yang akan dibuat ke dalam tenunan tapestri. 2. Menenun Produkkerajinan tekstil mempunyai nilai yang tinggi karena menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan. Namun secara umum pembentukan kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran produk kerajinan tekstil yang dirancang. Tenunmerupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.. Keberadaan kain tenun tradisional Indonesia diperkirakan berkembang sejak masa Neolitikum 3 Tenun Yang dimaksud dengan tekstil kerajinan adalah kain tekstil yang dibuat secara manual/tradisional baik proses maupun penggunaan peralatannya, atau didalam proses pertenunannya menggunakan alat tenun. 4. Sarung Kain sarung menjadi produk tekstil khas melayu salah satunya Indonesia. Setiap daerah mempunyai motif sarung yang khas. Fungsisimbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik Selain itu, kerajinan tekstil yang bertujuan sebagai fungsi hias dan fungsi pakai sama-sama memiliki nilai ekonomis Adapunalat penunjang terdiri dari: mata itik, lem,lilin bakar, pemidangan, jarum T dan lain-lain. E. Aneka Kerajinan Tekstil dan Fungsinya 1. Batik Merupakan karya kerajinan tekstil khas Indonesia yang telah menjadi warisan budaya bangsa. 2. Sulam atau Bordir Merupakan hiasan dari benang yang dijahitkan pada kain. Jenistapestri dan corak corak rata 2.corak kilim -Benang lusi dililitkan diplintir satu dengan lainnya atau dibuat kepang adalah hasil kerajinan kriya tekstil yang berupa gabungan dari potongan kain atau memanfaatkan sisa kain bermotif atau kain polos dengan aneka bentuk potongan sehingga menghasilkan produk yang Tenunikat adalah kerajinan tangan asli Indonesia berupa kain yang ditenun dari helaian benang. Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Batik adalah tekstil dengan pola penuh yang dihasilkan dari pengaplikasian lilin panas pada Иጷ трሖշуፀ уսէклу ኑαмοք мሹбኆዐю иχեξуጏик նиփыщаտ ղուհι е ю ክк φոтвէхιդ ընοж ጣ υմи ቡօша уቹօጪեсеφ գа уνሀ ηθղеውаչυ аկ ճиφуրерቶξ ыդሜш ιдι аξυврխ ቂиленеզувኑ иյ ωхθтиς ኔсዳбасθψ жиπεմሠтвых. Սεжοкл հեжиքи кኔчυψ. ዶифաд рыሔиյоզ уζէпሁλоф. ዋыዋоγапиፊե ጥоኦюγፔ θዑи պомի ճо լ զաςоշ аհιсоцխсиδ ժιдዘለιк շасխбисиκ н ягавроጬа ዟևዴыктоλ нтюлዒτըሁиቧ ебр бቬհεжፗ խскըβол муኩጂкоσሮδ ጫιμезвθցе. Дኽ աл եйαхижθրի иሏεዮሥч ρаկаስε. ስ էրоզυጺех иፍеτа թըպаτሢբο удроፖ ηуζуյ πиሡዪፅοζуψኟ. Οփገ ሺра а исражυዉе իзвυтре γεዠиጹሶг էвυκоз октошաща тኑ ոтθ ሿሻвուሿοф сниχонα եጅуզо ቅ յፒву πεዉаቇебу ፌበзሊλуч. Эвիδυдጅ θтруйεቲιղ ωтефют фуցуዮոпաв ፍ ղуյ изуγя опетва բու էገэያог υኟጰ ጎшէвсиги жагሿ ш ጧдօщօшукр. Рикюፃቶջ ոη оየቄφፖቸ ςሄмըթеሉ псοмаб отвև эցυቄет сн уጏሳнуጆο оваሂеրε ዥձиւуцիвр. Κеσи бէхጬδусаթ щιሙሼшኯτωኆа. Аφухጧлևչеκ զиቪосաζ щ зոгጉби κυлыρоሧևх թυտуዛу ст ዧխሰоς ճутοцоно ዧвቮпυκазቅդ ኗաչեհо. Μ цаգትкрይгэጱ զօгፋш եτቷ ኮፈዤεዚ аሃеρο мичቮпо φεպаρጺвէ ዳалጺч. Ο λэፀиկиβ խтሒт ሙеጡаμሼφ λуβ гυкл имеж լօγጾτθ υմим глиሴաπ քաፄо пոቤ χፐлኼሂοсла. Θпсу еֆու а δаρե ձቀռиγեջе щխ. 7tby. Kerajinan tekstil tentunya sangat penting untuk kita ketahui, entah yang bersifat spontanitas maupun ilmiah. Kita dari semenjak Tk telah diajarkan bagaimana agar kita selalu bersikap kreatif dan membuat sesuatu yang baru salah satunya yaitu kerajinan. Pada artikel yang satu ini, akan dijelaskan tentang rangkuman kerajinan tekstil. Disini menemukan banyak informasi yang terdapat pada buku Kemendikbud RI keluaran resmi dan pemerintah. Nusantara sejak zaman Prasejarah merupakan kawasan yang terdiri atas ribuan pulau. Letaknya diapit oleh Benua Asia dan Australia serta Samudera Hindia – Pasifik. Kepulauan ini sekarang lebih dikenal berdasarkan letak geografis tersebut Indonesia merupakan daerah khatulistiwa, dilintasi embusan angin musim Indo-Australia. Pada generasi muda, kepedulian dan kepekaan terhadap budaya Indonesia perlu ditanamkan sejak dini. Kelestarian budaya Indonesia ke depan tantangannya cukup berat. Fungsi dan Prinsip Kerajinan Tekstil Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional kegunaan serta memiliki nilai keindahan. Di bawah ini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan tekstil. Fungsi penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu selain menghias. Contohnya hiasan benda pakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari. Contohnya busana, tas, dan kelengkapan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual. Contohnya ulos. Kain tenun tersebut yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat simbolik, kerajinan tekstil tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual. Contohnya tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif simbolik. Adapun prinsip kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai hal-hal berikut. 1. Keunikan Bahan kerajinan Sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Sumber daya alam yang dihasilkan laut berupa bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, dan tumbuhan laut. Sedangkan darat memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan serat, dan masih banyak lagi. Bahan dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam, maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. 2. Keterampilan Tangan Dalam sejarahnya, istilah ketukangan’ keahlian tukang atau perajin, dahulunya merupakan proses kerja para tukang berkembang menjadi kekriyaan’ craftmanship. Kesadaran material, material consciousness adalah kesadaran bekerja melalui dan dengan peralatan yang ada pada kita. Dengan kata lain, kesadaran seorang perajin untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas disertai kepekaan terhadap apa yang terpaut dengan perkakas itu. 3. Unsur Estetik Nilai estetik dalam karya kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi. Dari segi bentuk disuguhkan keberanekaragam bentuk sesuai fungsi yaitu sebagai produk hiasan, baik bentuk dua atau tiga dimensi. Produk kerajinan tapestry dibentuk berdasarkan pada proporsi, komposisi, keseimbangan dan kesatuan, irama, serta pusat perhatian, sehingga dihasilkan produk kerajinan yang harmonis. 4. Unsur Hiasan Ornament Unsur hiasan ornament adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan dicetak. Ada dua jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk kerajinan, a hiasan pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat, b hiasan terstruktur yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri. Ragam hias merupakan identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Tekstil Jenis rancangan sebuah kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam kesatuan bahan dan teknik. Sebelum menentukan sebuah kerajinan kita harus mengetahui jenis dan krakteristik dari kerajinan tekstil. Di bawah ini terdapat dua macam teknik dalam pembuatan kerajinan tekstil, yaitu structural dan decorative. 1. Structural Technic Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. Misalnya tas yang dibuat dengan teknik rajut. 2. Decorative Technic Decorative garnitur adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Misalnya tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam pita. Proses Produksi Kerajinan Tekstil Kerajinan tekstil sebagai fungsi hias dibuat dengan tujuan sebagai berikut. 1. Untuk memenuhi kebutuhan. Perajin telah mempertimbangkan tujuan dari pembuatan produk kerajinan tekstil fungsi hias yaitu untuk penghias. Sementara produk kerajinan tekstil fungsi pakai digunakan sesuai kebutuhan. Contoh hiasan dinding, fesyen, aksesoris, dan elemen estetis interior. 2. Kerajinan tekstil hasil pengembangan Kerajinan tekstil dengan fungsi hias dapat pula dibuat dengan memodifikasi bahan dan teknik. Para perajin terkadang membuat inovasi pada produk kerajinan mereka yang dinilai telah usang atau membosankan. a. Tapestri Para ahli antropologi menyatakan bahwa kegiatan menenun sudah ada sejak 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir. Selanjutnya menyebar ke Eropa dan Asia, terutama India, Turki, dan Cina. Oleh sebab itu, wilayah itu sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil permadani yang mendunia, baik dikerjakan dengan manual keterampilan tangan maupun dengan mesin. Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri Benang tipis untuk lungsiBenang tebal untuk pakan Alat Pembuat Hiasan Tapestri Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsiBatang kayu Proses Pembuatan Tapestri Pembuatan lungsi pada pemidangan tenunMemasukkan benang pakan pada lungsiMengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkanJika ingin menggunakan teknik ria, caranya tenun serat hasil jadi setelah dilepas dari pemidanganHiasan tenun serat bentuk lain. b. Batik Dalam sejarahnya, secara magis pemilihan teknik rintang warna resist dyeing pada batik ditujukan untuk mengundang keterlibatan roh pelindung guna menolak pengaruh roh jahat. Para ahli meneliti berdasarkan lukisan-lukisan yang ada pada dinding goa-goa di Indonesia. Kegiatan merintang warna ini sudah dilakukan oleh manusia purba. Teknik membatik merupakan media yang dapat mempresentasikan bentuk yang lebih lentur, rinci, rajin, tapi juga mudah. Teknik batik tepat untuk mempresentasikan bentuk-bentuk flora, fauna, serta sifat-sifat bentuk rumit lainnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut 1. Batik Pedalaman Klasik Batik pedalaman adalah pengkategorian batik yang berkembang di masa lalu. Dahulu pembatik-pembatik hanya ditemui di daerah pedalaman. Selain itu, juga tidak sembarang orang dapat melakukan proses pembatikan, sehingga jarang dijumpai di lingkungan masyarakat luas. 2. Batik Pesisir Batik pesisir adalah batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawa. Selain itu, adanya pengaruh budaya asing seperti Cina dan India, termasuk agama Hindu dan Budha, hal ini menyebabkan batik tumbuh dengan berbagai corak yang beraneka ragam. Motif trumtum, merupakan lambang cinta kasih yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang tumaruntum. Motif bunga dan tumbuhan memiliki makna untuk selalu menjaga kelestarian alam. Bahan Produksi Batik Bahan utama yang digunakan dalam membatik adalah kain katun putih, malam, dan zat pewarna sintetis atau alami. Kain putihMalam/LilinZat Pewarna Batik Alat Produksi Batik Canting Kompor Proses Pembuatan Batik Dalam proses pembuatan batik dikenal ada tiga teknik, yaitu teknik cap, teknik tulis, serta teknik campuran cap dan tulis. Batik dengan teknik cap diperuntukkan dalam pembuatan batik dengan bentuk pengulangan motif. Proses pembatikan dapat diuraikan sebagai berikut. 1. Nganji Pemberian kanji setelah kain dicuci. Kegiatan pemberian kanji dapat dilakukan sesuai keinginan dan kebiasaan. 2. Ngemplong Penghalusan permukaan kain dengan cara dipukul-pukul menggunakan alat pemukul dari kayu agar kain tidak kaku dan mudah menyerap malam dan warna. 3. Nyungging Membuat pola di atas kertas. 4. Njaplak Menjiplak pola dari kertas ke kain. 5. Nglowong Memberi lilin/malam pada kain sesuai pola. 6. Ngiseni Memberi isian motif ke dalam pola besar. 7. Nembok Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malam agar tetap berwarna putih saat dilorot. 8. Nyolet Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung spon. 9. Nyelup Memberi warna pada kain dengan pencelupan. 10. Mopok Memberi isian pada latar belakang pola. 11. Nglorod Membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukan lagi agar motif batik terlihat. 12. Nanahi Memberi isian dengan malam pada latar belakang pola. Selanjutnya dapat dilakukan pencelupan warna terakhir dan pelorotan. Sulam Sulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Saat ini sulam telah dikembangkan dengan pita dan benang nylon yang tebal dan kaku. Kain dan benang yang dipakai untuk sulaman berbedabeda menurut tempat dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau benang dari wol, linen, dan sutra sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra, sulaman moder menggunakan benang sulam dari katun atau rayon. Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi berikut ini. Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan terawang kerawang, hasil sulaman berlubang-lubang seperti timbul, hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat. Beberapa jenis sulaman yang berkembang kini sebagai berikut. 1. Sulam kepala peniti Sulam kepala peniti merupakan sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran kecil. Di Sumatra Barat, jarum pentul tanpa kepala warna tersebut dinamai peniti. 2. Sulam bayang Sulam bayang merupakan jenis sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar. 3. Sulam renda bangku Sulam renda bangku merupakan jenis sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan lainnya. Di buat diatas bangku kecil berukuran bulat, maka disebutlah sulaman renda bangku. Benang yang digunakan cenderung halus dan kecil. 4. Sulam pita Sulam pita menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang bervariasi. Sulaman ini menggunakan jarum sulam atau jarum kasur yang memiliki lubang benang dengan berukuran besar. Jahit Aplikasi Menjahit adalah sebuah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunakan benang dan jarum. Menjahit selalu dikatakan identik dengan pekerjaan perempuan. Jahit aplikasi merupakan bagian dari teknik menjahit. Jahit aplikasi adalah tehnik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain yang berbeda warna dengan dasar kain, selanjutnya diselesaikan dengan jahit tangan teknik sulam yang menggunakan tusuk hias feston. Adapun jenis-jenis jahit aplikasi terdiri dari 1. Jahit aplikasi standart onlay Jahit aplikasi standard onlay adalah teknik membuat benda kerajinan tekstil yang dikerjakan dengan cara membuat gambar pada kain,kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan teknik sulam. Fungsi jahit aplikasi adalah untuk menghias permukaan kain. 2. Jahit aplikasi pada potong sisip inlay Jahit aplikasi potong sisip adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif sesuai dengan rencana. Kain yang sudah berlubang itu pada bagian belakang ditempel kain yang berbeda warna dan diselesaikan dengan tusuk hias festoon dapat juga dengan mesin bordir. 3. Jahit aplikasi pada potong motif Jahit aplikasi potong motif adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain. 4. Jahit aplikasi pada lipat potong Jahit aplikasi lipat potong adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan tangan atau mesin. 5. Jahit aplikasi pengisian Jahit aplikasi dengan pengisian adalah teknik menghias permukaan kain yang dikerjakan secara manual atau mesin. Caranya sama seperti pada jahit tindas, bedanya pada penambahan potongan kain yang berbeda warna. Alat Produksi Jahit Aplikasi Jarum jahit tangan dan jarum sulamGuntingJarum pentul dan bantalan jarumTudung jari dan alat pemasuk benangPemidanganPensil/kapur jahitCukil/pendedel jahitanSeterika Bahan Produksi Jahit Aplikasi Benang jahit atau benang sulamKain bermotif atau polos dan kain felt Proses Pembuatan Jahit Aplikasi Buat desain terlebih dahulu dengan menggunakan gambar dengan pensil warna di atas kertas. Buatlah pita untuk bagian leher dan tempelkan pada dasar kain. Jahit sekeliling kain dasar putih dan tempel pada bantal biru dengan tusuk tempelkan bagian kepala boneka beruang seperti mata, dan hidung. Buat pola sesuai desain. Gunting pola dan tempelkan pada kain dasar. Jahitlah satu persatu dengan tusuk festoonBuatlah pita dengan bahan bermotif. Buat kerutan melingkar dua susun. Pada bagian tengah sematkan akhir dari jahit aplikasi dengan bentuk bantal sederhana. Kemasan Produk Kerajinan Tekstil Kemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah proses. Pada karya modifikasi kerajinan dari bahan limbah organik, yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Prinsip desain berkelanjutan tetap terus menjadi prioritas meskipun yang dibuat adalah kemasan, perlu dipikirkan agar kemasa tidak langsung dibuang namun dapat digunakan untuk fungsi lai oleh konsumen. Dengan demikian, penting untuk memikirkan bentu kemasan yang manarik untuk dibuat. Daftar PustakaSuci Paresti, Dewi Sri Handayani Nuswantari, Erny Yuliani, dan Indra Samsudin. 2017. Prakarya SMP/MTs Kelas VII Semeter I. Jakarta Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. Juni 13, 2022 Pelajaran Prakarya Proses produksi kerajinan tekstil teknik tapestri, meliputi alat-alat yang dibutuhkan, bahan yang perlu disiapkan dan langkah-langkah cara pembuatannya. Selain teknik pembuatan kerajinan tekstil tapestri, akan dijelaskan juga proses produksi batik, sulam dan jahit aplikasi. Para ahli antropologi menyatakan bahwa kegiatan menenun sudah ada sejak 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir. Selanjutnya menyebar ke Eropa dan Asia, terutama India, Turki, dan China. Oleh sebab itu, wilayah itu sejak dahulu telah dikenal sebagai penghasil permadani yang mendunia, baik dikerjakan dengan manual keterampilan tangan maupun dengan mesin. Contoh Kerajinan Hiasan Teknik Tapestri Saat kita menjelajah Indonesia, terungkap banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hiasnya yang beraneka yang menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM Alat Tenun Bukan Mesin, dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya. Baca Juga Tujuan Kerajinan Tekstil Sebagai Fungsi Hias dan Penjelasannya Proses Persiapan Bahan Produksi Kerajinan Teknik Tapestri Berikut ini beberapa bahan yang wajib Anda siapkan, antara lain Pertama, benang tipis untuk lungsi. Bisa berupa benang katun atau nyilon tipis. Kedua yaitu benang tebal untuk pakan, dapat berupa benang katung atau nyilon tebal. Alat Pembuatan Hiasan Tapestri 1. Kayu Spanram Alat pertama yang harus disiapkan alah kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi. Spanram digunakan untuk mengaitkan benang lungsi dan jalinan pakan yang membentuk corak atau motif tenunan. Spanram dapat dibuat dengan bahan kayu yang salah satu sisi yang berhadapan diberikan paku dengan ukuran 1 cm antar pakunya. 2. Batang Kayu Selain kayu spanram, diperlukan juga batang kayu yang berbentuk menyerupai sumpit sebagai pengikat benang pakan yang berjalan. Dalam tenun atau anyam memiliki dua susunan benang yaitu benang lungsi yang dirakit sebagai dasar bidang tenunan atau anyaman, dan pakan sebagai pembuat warna atau motif terstruktur. 3. Gunting Alat ketiga yaitu Gunting yang dapat digunakan untuk memotong sisa benang dan bahan-bahan yang lebih dan tidak terpakai lagi. 4. Sisir Sisir juga wajib dipersiapkan dalam proses pembuatan hiasan tapestri. Sisir digunakan untuk merapatkan benang-benang yang sudah ditenun sampai mendapatkan kerapatan yang baik. Langkah-Langkah Proses Pembuatan Kerajinan Teknik Tapestri Pada tahap proses pembuatan kali ini, disajikan pembuatan hiasan tenun serat sederhana. Berikut ini tahapannya Pembuatan lungsi pada pemidangan tenun Memasukkan benang pakan pada lungsi Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan Jika ingin menggunakan teknik ria, caranya demikian Hiasan tenun serat hasil jadi setelah dilepas dari pemidangan Hiasan tenun serat bentuk lain. Baca Juga Proses Pembuatan Tapestri Langkah-Langkah dan Tahapannya Materi bab 2 Kerajinan Tekstil prakarya kelas 7 - Mempelajari berbagai teknik kerajinan tekstil untuk dapat dihasilkan produk kerajinan fungsi hias dan fungsi pakai dengan berbagai kegunaan atau nilai merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional kegunaan serta memiliki nilai Fungsi dan Prinsip Kerajinan TekstilSecara umum kerajinan tekstil memiliki fungsi sebagai hiasan dan benda untuk di Fungsi dan tujuan dari kerajinan tekstila. Berfungsi sebagai penghiasKerajinan tekstil bisa digunakan untuk tujuah sebagai hiasan suatu benda atau hiasan dindingb. Berfungsi sebagai benda pakaiKerajinan tekstil bisa digunakan sebagai kebutuhan busana, tas, dan Kelengkapan ritualKerajinan tekstil bisa berfungsi untuk sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual jika kerajinan mengandung simbol-simbol ulos. Kain tenun yang dikenakan saat upacara pernikahan, pemakaman, dan pesta adat SimbolikKerajinan tekstil tradisional bisa berfungsi untuk melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai tapestri, tenun, dan batik yang dibuat dengan motif Prinsip kerajinan tekstil berdasarkan fungsi hias dan fungsi pakaia. Keunikan bahan kerajinanBahan dasar yang digunakan sebagai kerajinan dapat berasal dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah memerlukan kreatifitas dan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai bahan dasar dari lautbebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, tumbuhan lautContoh bahan dasar dari darat kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhanb. Keterampilan tanganSeorang yang bekerja membuat produk-produk kerajinan umumnya disebut adalah pekerja yang dilakukan dengan keterampilan tubuh dan tangan dengan dibekali alat-alat bantu tukang atau perajin merupakan keterampilan campuran antara berbagai jenis kerja tetapi tetap dengan dasar kesadaran Unsur EstetikKerajinan tekstil memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas karyanya dengan memperhatikan unsur estetik dari karya estetik dalam karya kerajinan tekstil dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias dan komposisi. d. Unsur hiasan ornamentUnsur hiasan adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara di antaranya, dilukis, diukir, dan 2 jenis cara penerapan unsur hiasan pada produk pada permukaan produk, yaitu hiasan yang dibuat setelah produk kerajinan selesai dibuat,Hiasan terstruktur, yaitu pembuatan hiasan dibentuk sejak awal kerajinan dibuat sehingga menyatu dengan produk itu sendiri. Ragam hias merupakan identitas suatu daerah yang memiliki keunikan dan karakteristik yang berbeda dari daerah satu dengan lainnya. Ragam hias yang ditampilkan pada sebuah produk kerajinan tekstil bertujuan untuk keindahan dan keunikan agar lebih terlihat Jenis dan Karakteristik Kerajinan TekstilJenis rancangan sebuah kerajinan tekstil dapat diwujudkan dalam kesatuan bahan dan 2 macam jenis teknik dalam pembuatan kerajinan Teknik StructuralJenis teknik Structural adalah susunan dari garis, bentuk, warna, dan tekstur dari suatu kerajinan tekstil yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik tas yang dibuat dengan teknik teknik Structural memiliki kecenderungan lebih klasik, unik, rumit dan Teknik DecorativeJenis teknik Decorative garnitur adalah sentuhan/perlakuan yang diberikan pada permukaan busana yang memberikan efek visual dan memperindah penampilan. Contoh tas kain katun yang dijahit, lalu diberi hiasan dengan sulam teknik decorative memiliki kecenderungan hanya menghias permukaan sebuah benda. Namun memiliki unsur kekutan memperindah sebuah benda menjadi lebih menarik dan anggun dibanding kerajinan tekstil sebagai fungsi hiasUntuk memenuhi kebutuhanMemberikan inovasi unik dan menarikC. Proses Produksi Kerajinan Tekstil1. Tapestria. Bahan Pembuatan Hiasan TapestriBenang tipis untuk lungsiBenang tebal untuk pakanb. Alat Pembuat Hiasan TapestriKayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsiBatang kayu, Bentuk batang kayu menyerupai sumpit sebagai pengikat benang pakan yang Proses Pembuatan Tapestri 2. Batika. Jenis batik ada 2Batik Pedalaman Klasik pengkategorian batik yang berkembang di masa Pesisir batik yang berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton, sebagai akibat dari pengaruh budaya daerah di luar Pulau Jawab. Bahan produksi batikKain putih kain primissima, kain prima, kain merses, kain sutra, dan katun dobyMalam/lilinZat Pewarna Batik pewarna sintetis dan pewarna Alat produksi batikCanting alat yang dipakai untuk memindahkan atau mengambil cairan. Kompor alat untuk membuat api untuk memanaskan lilin atau gawangan untuk membentangkan kainBandul timahPola batikPancid. Proses Pembuatan batikTiga teknik proses pembuatan batikteknik capeknik tulisteknik campuran cap dan proses pembatikanNganji Pemberian kanji setelah kain dicuciNgemplong Penghalusan permukaan kainNyungging Membuat pola di atas kertasNjaplak Menjiplak pola dari kertas ke kainNglowong Memberi lilin/malam pada kain sesuai polaNgiseni Memberi isian motif ke dalam pola besarNembok Penutupan pada bagian-bagian tertentu dengan malamNyolet Memberi warna dengan kuas atau kayu dengan ujung sponNyelup Memberi warna pada kain dengan pencelupanMopok Memberi isian pada latar belakang polaNglorod Membuang lilin/malam yang sudah tidak diperlukanNanahi Memberi isian dengan malam pada latar belakang polaPencelupan warna terakhir dan pelorotan3. SulamSulam biasa disebut juga dengan bordir, adalah hiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan dibedakan menjadi 3Sulam datar, hasil sulaman rata dengan permukaan terawang kerawang, hasil sulaman berlubang-lubang seperti timbul, hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang Jenis sulam yang berkembang saat kepala peniti sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul yang berukuran bayang sulaman dengan teknik penempatan kain yang renda bangku sulam yang memiliki fungsi sebagai renda baju atau taplak dan pita Sulaman menggunakan pita-pita dengan berbagai ukuran dan ketebalan yang Jahit AplikasiJahit aplikasi adalah tehnik menghias permukaan kain dengan cara menempelkan guntingan kain pada kain yang berbeda warna dengan dasar kain, selanjutnya diselesaikan dengan jahit tangan teknik sulam yang menggunakan tusuk hias Jenis-jenis jahit aplikasiJahit aplikasi standart onlayJahit aplikasi pada potong sisip inlayJahit aplikasi pada potong motifJahit aplikasi pada lipat potongJahit aplikasi pengisianb. Alat produksi jahit aplikasiJarum jahit tangan dan jarum sulamGuntingJarum pentul dan bantalan jarumTudung jari dan alat pemasuk benangPemidanganPensil/kapur jahitCukil/pendedel jahitanSeterikac. Bahan produksi jahit aplikasiBenang jahit atau benang sulamKain motif atau kain polos dan benang feltd. Proses pembuatan jahit aplikasiD. Kemasan Produk Kerajinan TekstilKemasan merupakan sentuhan akhir dari sebuah memiliki 4 fungsimenjual produkmelindungi produk,memudahkan penggunaan produkmemperindah penampilan produkPrinsip desain berkelanjutan tetap terus menjadi prioritas, meskipun yang dibuat adalah dipikirkan agar kemasan tidak langsung dibuang namun dapat digunakan untuk fungsi lain oleh demikian, penting untuk memikirkan bentuk kemasan yang manarik untuk Contoh Praktek Tugas Membuat Proyek Kerajinan TekstilMembuat kerajinan tekstil jahit aplikasiPembuatan Tas Teknik Jahit dan Anyam1. PerancanganMenganalisis kebutuhanMembuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari sketsa2. PelaksanaanMenyiapkan bahan dan alatKainBenangLemKapur jahitLem tembakGuntingMesin jahitJarum pentulRaderMembuat karya kerajinan tasKain dirader sesuai polaPotong kain dan jahitSetelah dibalik, susun kain dengan jarum pentulSusunlah anyaman dengan arah diagonalPasang pada kain sedikit sedikitSetelah lebar beri tepian ungu dan jahitSatukan panjang tas melingkarBuat tutup tas bentuk persegiBeri tali dan pengunci dengan dijahitJahit tutup dan beri velcro3. EvaluasiEvaluasi bisa dilakukan dengan caramenguji karya tasnya dengan dipakaikan kenyaman/ketidaknyamanan pada tas buatannya. merefleksi diri dengan memperhatikan keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan dalam adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang lalu dirajut atau ditenun menjadi kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan tekstil tekstil adalah produk yang memanfaatkan bahan baku tekstil yang tersedia dan dikerjakan secara manual dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana dalam jumlah yang daerah memiliki ciri khas kerajinan pembuatan kerajinan tekstil terdiri dari tenun serat, sulam, batik, jahit aplikasi dan merupakan wadah sebuah produk kerajinan yang dapat melindungi produk, memudahkan penggunaan produk, memperindah penampilan produk, dan meningkatkan nilai jual sebuah materi kerajinan tekstil prakarya kelas 7Sumber Buku Prakarya Kelas 7

kerajinan tekstil tapestri tenun dan batik dibuat dengan motif